|
Setiabudi a.k.a Buya'e Rania
|
catatan harian seorang anak, suami, ayah dan sahabat
|
-
Siapa Bilang Zakat Cuma Buang Sial?
Bagi si Budi, menunaikan zakat sekedar “buang sial”.
Ya, daripada nanti Alloh SWT mengambil hak para penerima zakat dari hartanya dengan cara-cara yang menurutnya tidak mengenakkan, lebih baik secepatnya ritual buang sial ini dilaksanakan.
Toh nilainya sangat kecil, hanya 2,5% dari “sisa” kebutuhan pokok hidupnya.
Dengan ilmu pas-pasan macam si Budi, wajar saja jika kemudian muncul pola pikir [...]
-
Nasi Bancakan
Bertambah lagi salah satu rumah makan Sunda favorit saya sekeluarga di Bandung.
Namanya Nasi Bancakan Mang Barna dan Bi O’om.
Suasananya lain banget dibandingin sama rumah makan Sunda lainnya seperti Ampera, Laksana, dsb.
Bener-bener “ngampung” banget dah!
Masakan-masakannya juga nggak standar kayak di tempat makan lainnya.
Bahkan alat makannya juga piring dan cangkir kaleng putih bunga-bunga jaman dulu!
Mau tau kayak [...]
-
I Love You Mom(s)..
Ibu adalah sosok wanita yang selalu saya kagumi dan tentu saja saya hormati.
Apapun latar belakangnya, mereka adalah sosok yang tidak pernah bisa membuat saya berhenti meluruhkan hati bertakzim kepadanya.
Mereka adalah sosok-sosok yang luar biasa.
Sehingga seringkali saya merasakan sedikit kecumburuan yang mungkin bisa mengundang protes walaupun hanya dalam hati.
Bayangkan, jika ada seorang ibu yang hebat dalam [...]
-
Haruskah Memilih yang Terbaik dari yang Terburuk?
Gara-gara sebuah fatwa yang mengharamkan bersikap golput alias tidak menggunakan hak pilih saat pelaksanaan pemilihan umum atau presiden/kepala daerah, saya jadi mengerutkan kening karena merasa bodoh.
Ya, betapa bodohnya saya karena dengan daya ingat yang terbatas ini tidak mampu menangkap di bagian mana di dalam al-Qur’an dan hadits yang terkait haramnya sikap untuk tidak memilih.
Bukankah kita [...]
-
Kemuliaan Beliau TIDAK Akan Pernah Berkurang!
Banyak sekali sahabat saya yang marah besar karena banyaknya hujatan, hinaan dan fitnah yang diarahkan kepada Islam terutama Nabi Muhammad SAW.
Saat mereka menanyakan bagaimana “perasaan” saya, tentu saja saya pun merasakan hal yang sama.
Tapi saat saya balik bertanya bagaimana “sikap” mereka, jawabannya bermacam-macam.
Ada yang menghujat balik, memaki balik, akan melakukan aksi pembalasan, dsb.
Anehnya, TIDAK ADA [...]
|